Kejar Target PBB, Lurah Permudah Warga Dalam Membayar Melalui Satgas Pamor Jakasampurna

by

jakasampurna.com – Kelurahan Jakasampurna yang di pimpin oleh Bapak Nurdin S.Sos terus melakukan perubahan banyak hal, salah satunya adalah layanan “jemput bola” dalam melayani warga untuk urusan pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dengan melibatkan Satgas Pamor (Pemantauan dan Monitoring) Jakasampurna.

“Nanti setelah bayar dikelurahan dapat resi sementara, trus besoknya petugas kami yang mengantarkan (kerumah warga), kalo enggak petugas kami menitipkan kepada RT untuk disampaikan kepada warganya, tanda lunas dari bank jabarnya”, kata Pak Nurdin.

“Saya pakai pola baru,  jadi setiap hari staff itu yang sesuai dengan tugas satgas pamor yang 1 staff  (menangani) 1 RW, kita sebar ke masing-masing RW sesuai dengan surat tugasnya untuk melakukan penagihan PBB, dia standby dikantor RW, itu setiap hari, dalam rangka meningkatkan target (PBB) secepatnya, karena terkait dengan bulan Mei itu sudah bulan Ramadhan yang tidak mungkin kita melakukan penagihan, paling kita nanti melakukan penagihan lagi setelah Idul Fitri, nah itukan bulan Juli , September itu sudah jatuh tempo, untuk mengejar target itu sekarang kita kejar setiap hari staff ini saya terjunkan kelapangan” lanjut Pak Nurdin.

Seperti pada hari kemarin tanggal 5 April 2018, Alhamdulillah pembayaran yang melalui Satgas Pamor tidak kurang dari 53 Wajib Pajak dengan nilai setoran sebesar Rp. 14.447.932 sebagai berikut :

  1. RW 003, 2 WP, Rp.162.256 (Satgas Susi)
  2. RW 007, 13 WP, Rp.3.221.275 (Satgas Eeny & Siti)
  3. RW 10, 18 WP, Rp. 4.471.491 (Satgas Vikry)
  4. RW.06A , 4 WP, Rp.4.018.250 (Satgas Ahmad Dumyati)
  5. RW 15, 12 WP, Rp.1.728.264 (Satgas Subur & Indah)
  6. RW 01, 2 WP, Rp.301.238 (Satgas Husni & Manda)
  7. RW 014, 2 WP Rp.545.230 (Satgas Jarudin & Richat)

“Tapi kalau ada warga yang datang ke kelurahan, ingin bayar dikelurahan bisa dilaksanakan dikelurahan setiap hari kerja, diloket dengan mendapat tanda terima sementara mulai pukul 14.00 s/d 16.00”, terang Pak Nurdin lagi.

Ditanya perihal apa perbedaan pembayaran di minimarket (Indo Maret & Alfa Mart) dengan pembayaran melalui Satgas Pamor, Pak Nurdin menerangkan ;

“Selain di Indo Maret dan Alfa Mart, kantor pos juga bisa, tapi kalau di Indo Maret dan Alfa Mart itu mereka kena cash (biaya adm), tapi kalau dibayar lewat Satgas Pamor atau lewat kelurahan kita tidak mengenakan cash sama sekali, hanya sesuai dengan tagihan saja”

“Untuk merangsang pemenuhan target ini, saya memberikan semacam motivasi kepada RW, 3 RW yang lunas duluan sebelum jatuh tempo akan saya berikan TV, jadi saya menyiapkan TV LED 3 unit, saya ingin dari situlah menggiatkan peran RT / RW di masyarakat” Pungkas Pak Nurdin. [Ting]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *